Terjebak Di Kapal Pesiar Jepang, Warga Pandeglang Minta Dipulangkan Takut Tertular Virus Corona


PANDEGLANG – Salah seorang warga Kabupaten Pandeglang, Dede Samsul Fuad yang sedang bekerja di Jepang berharap pemerintah untuk segera menjemput dan memulangkan dirinya ke tanah air karena khawatir terdampak virus corona yang mulai mewabah di Negeri Sakura tersebut. Hal itu diungkapkan salah satu Direktur Utama LPK HEL Labuan, Efqi Anwari selaku mentor bahasa asing yang bersangkutan kepada faktabanten.co.id, Minggu (23/2/2020) melalui sambungan telepon. Dikatakan Efqi, saat ini ada murid dari LPK HEL Labuan yang tengah bekerja di Kapal Pesiar “Diamond Princess” di Yokohama, Jepang melalui agensi PT. Alpha Magsaysay Jakarta.

 Disebutkan Efqi, ia adalah Dede Samsul Fuad yang berasal dari Kampung Caringin RT. 10 RW. 03, Desa Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Pandeglang yang sudah 3 bulan bekerja di sebuah Kapal Pesiar Jepang. “Dede Samsul menginformasikan ke kami bahwa ia telah menyelesaikan karantina sesuai dengan aturan dari pemerintah Jepang, karena ada beberapa tamu dan kru kapal yang positif virus corona,” ungkap Efqi. “Tapi setelah melakukan karantina selama 14 hari, pihak agensi maupun dari pemerintah pusat melalui Kemenlu hanya memberi informasi ke pihak keluarga untuk terus bersabar dan berdoa, hanya itu, tanpa ada kejelasan,” imbuhnya

Mengingat virus corona merupakan penyakit yang berbahaya, lanjut Efqi, pihaknya merasa khawatir dengan kondisi yang bersangkutan, mengingat makin hari semakin terus bertambah korban yang terpapar oleh virus corona. “Untuk yang positif sudah dibawa ke Rumah Sakit, sedangkan untuk yang masih negatif diminta bertahan atau stay di kapal sambil menunggu informasi,” diterangkannya.


Diakui Efqi, pihaknya mendapat informasi dari para kru kapal khususnya yang berasal dari Indonesia, bahwa mereka kecewa terhadap pemerintah karena sampai saat ini belum memberikan kepastian apakah mereka akan dipulangkan atau tidak. “Karena berdasarkan informasi dari mereka, satu jam saja sudah seperti seminggu tinggal di kapal, karena suasana yang mencekam,” tuturnya. Untuk itu, ia berharap agar pemerintah baik daerah maupun pusat untuk segera memulangkan para pekerja Indonesia yang ada di Jepang yang kini kondisinya sudah mengkhawatirkan. 

“Harapan kami, untuk murid kami, agar pemerintah berupaya dan mekasimalkan kinerjanya, agar segera memastikan bahwa pemerintah bisa menjemput atau memulangkan kru-kru yang ada di kapal pesiar. Karena kru-kru yang berasal dari negara lain infonya sudah dijemput oleh pemerintahnya,” pungkasnya. Hal senada pun turut dilontarkan Kakak Kandung Dede Samsul, yakni Maesaroh Putri yang membenarkan jika saat ini adiknya minta untuk segera dijemput dan dipulangkan ke Indonesia.


 “Iya pengen banget buru-buru pulang, karena sudah beberapa minggu sudah di evakuasi tapi belum ada kejelasan dari pemerintah,” ucap Maesaroh. Ia berharap, agar pemerintah bisa segera memulangkan yang bersangkutan karena khawatir jika tidak disegerakan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Kita khawatir jika kelamaan nanti bisa terdampak juga. Pengennya cepet dipulangkan aja, segera dijemput adik saya, itu aja, ga muluk-muluk,” tegasnya.


 Sementara itu, Tokoh Pemuda Pandeglang, Usep Saepudin pun meminta agar pemerintah daerah Kabupaten Pandeglang untuk turut bertanggungjawab terhadap kondisi warga Pandeglang yang kini terjebak di Kapal Pesiar “Diamond Princess” di Jepang. “Pemerintah daerah harus reaktif, paling tidak meminta bantuan pusat untuk segera menyelesaikan persoalan ini,” kata Usep. Ia pun menegaskan, jika Bupati Pandeglang untuk segera turun tangan membantu melakukan evakuasi warga Pandeglang dengan berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat melakukan penjemputan terhadap warga Pandeglang yang berada di Jepang. “Jangan jadi pemimpin kalau ga memikirkan nasib rakyatnya. Jadi Pemda Pandeglang harus cepat meminta bantuan ke Presiden supaya bisa menjemput warga Pandeglang yang ada di Jepang,” tandasnya. (*/YS)

Posting Komentar

0 Komentar