Soal Demo Penangguhan UKT, Ini Kata Rektor Untirta


Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Fatah Sulaiman menanggapi kontroversi penangguhan uang kuliah tunggal (UKT) yang dianggap “hilang”.

Seperti diketahui pada Jumat (20/12/2019) lalu, Aliansi Pemuda Mahasiswa Untirta (APMU) menggelar aksi unjuk rasa menuntut adanya perpanjangan atau penangguhan pembayaran UKT. Para mahasiswa menganggap kebijakan yang setiap semesternya diberlakukan itu kini telah dihapuskan.

Rektor Untirta Fatah Sulaiman pun membantah tudingan tersebut. Menurutnya, kebijakan baru ini justru hadir sebagai wujud kepedulian pihak kampus terhadap mahasiswa.

“Saya sudah terbitkan keputusan Rektor, bagi mahasiswa yang di tengah perjalanan kuliah menjadi yatim atau yatim piatu, dibuktikan dengan surat kematian dari instansi resmi terkait. Maka, secara otomatis SPP-nya langsung turun ikut standar UKT Bidik Misi, yaitu Rp2,4 juta per semester,” ungkapnya Sabtu (21/12/2019).

Di samping itu, Fatah juga menganggap unjuk rasa yang dilakukan para mahasiswa tidak relevan dengan kebijakan yang ada.

“Terkait demo usul penangguhan, apa yang ditangguhkan? Sekarang masih masa pembayaran sampai dengan tanggal 13 Januari 2020, masih ada kesempatan berjuang berusaha, belum masuk masa penangguhan,” terangnya.

Lebih lanjut, Fatah mengungkapkan hingga kini pihaknya masih berupaya mencari peluang-peluang kerja sama dengan berbagai instansi untuk memfasilitasi beasiswa bagi para mahasiswa Untirta.

“Terutama mahasiswa yang kesulitan (biaya), namun masih punya motivasi untuk sukses kuliah,” tandasnya

biem.co

Posting Komentar

0 Komentar