Kisah cerita Kematian Grigori Rasputin


               Potret warna Grigori rasputin

Pada tanggal 16 Desember 1916, sekelompok bangsawan yang dipimpin oleh Pangeran Felix Yusupov, Grand Duke Dmitri Pavlovich, dan politikus Vladimir Purishkevich merencanakan pembunuhan terhadap Rasputin. Mereka ini kemudian berpura-pura mengundang Rasputin ke Istana Yusupov. 

Rekan-rekan Yusupov memainkan rekaman di ruang tertutup di lantai utama untuk meyakinkan Rasputin bahwa istri Yusupov sedang mengadakan pesta kecil.

Rasputin kemudian dibawa ke ruang bawah tanah dan dijamu dengan kue dan anggur merah. Makanan ini telah diberi Sianida dalam dosis tinggi.

              ilustrasi ruang bawah tanah istana                                   yusupov saat kejadian


Tak lama kemudian Rasputin mulai memakan kue yang telah dicampur dengan sianida tersebut, dipilih khusus karena mereka tahu makanan favorit Rasputin sehingga kemungkinan besar dimakan olehnya.

Menurut legenda, Rasputin sama sekali tidak terpengaruh dengan racun dalam kue dan anggur yang diminumnya, meskipun.. (dikutip dari Allthatinteresting) "racun itu cukup untuk membunuh beberapa orang sekaligus."

Khawatir bahwa sianida, yang biasanya membunuh hampir seketika, tampaknya tidak berfungsi, Yusupov mengajak Rasputin untuk minum segelas Madiera, menuangkan anggur ke dalam salah satu dari beberapa gelas yang juga dicampur dengan sianida.

        halaman milik yusupov, tempat vladimir               purishkevich menembak rasputin hingga mati

Rasputin menolak gelas itu awalnya, tapi akhirnya dia minum beberapa gelas anggur dari gelas beracun tersebut.

Namun, setelah mimin baca dari sumber yang berbeda, ada yang mengatakan bahwa Rasputin sebenernya ngga makan ataupun minum disana. kalimatnya gini 

"Rasputin tidak pernah memakan kue maupun minum anggur, karena setelah serangan Guseva, ia menderita hyperacidity yang mengakibatkan ia harus menghindari gula."

Jadi teori ini, menyangkal bahwa Rasputin kebal terhadap racun. Pada tahun 1993, otopsi yang dilakukan oleh Dr. Vladimir Zharov dan Profesor Derrick Pounder pada tahun 2005 tidak menunjukkan adanya racun sianida dalam perut Rasputin.

Oke, lupakan soal makan/tidak, lanjut cerita Yusupov mulai panik ketika Rasputin terlihat mengkonsumsi cukup sianida untuk membunuh beberapa orang. Ketika Rasputin mulai kesulitan menelan anggurnya, Yusupov pura-pura prihatin dan bertanya kepada Rasputin, "apakah kau merasa sakit?"

"Ya, kepalaku berat dan perutku terasa panas," jawab Rasputin.

Yusupov meninggalkan ruang bawah tanah untuk berunding dengan rekan-rekan konspiratornya yang terkejut bahwa Rasputin tidak mati karena efek racun.

Meskipun rekannya ingin turun untuk mencekik Rasputin sampai mati, namun Yusupov memutuskan bahwa ia harus kembali sendirian dan menembak Rasputin dengan revolver.

Sekembalinya, Yusupov melihat Rasputin mulai lemah di kursinya dan berusaha bernapas. Namun, segera setelah itu, Rasputin tampak pulih kembali dan menjadi lebih energik.

Khawatir racunnya gagal, Yusupov berdiri dan berjalan mondar-mandir untuk menembak Rasputin. Rasputin juga berdiri dan tampak mengagumi perabotan di ruang bawah tanah Yusupov.

             jembatan tempat rasputin di buang

Yusupov menatap salib kristal di dinding, kemudian memberi tahu Rasputin, 

"Anda sebaiknya melihat salib dan berdoa."

Mendengar ini, Rasputin menoleh ke Yusupov. Saat-saat hening yang menegangkan dimulai.

Dalam sebuah memoar yang ditulis oleh Yusupov sendiri, ia mengatakan "Dia datang cukup dekat denganku dan menatap wajahku dengan penuh," 

“Seolah-olah dia membaca sesuatu di mataku, sesuatu yang tidak dia harapkan akan tiba. Saya menyadari bahwa saatnya telah tiba. 'Ya Tuhan,' aku berdoa, 'beri aku kekuatan untuk menyelesaikannya.' ” tulis Yusupov.

Yusupov mengeluarkan revolver dan menembakkan satu tembakan, mengenai dada Rasputin. Rasputin berteriak dan jatuh ke lantai.

Mendengar suara tembakan, rekan-rekan konspirator Yusupov bergegas turun. Dokter memeriksa denyut nadi Rasputin dan mengkonfirmasikan bahwa Rasputin sudah mati. Tembakan itu cukup dekat dengan jantungnya sehingga berakibat fatal.

Para konspirator dengan cepat membuat dua kelompok, Yusupov tinggal di Moika bersama Purishkevich.

Namun, tak lama kemudian, Yusupov mulai merasa tidak enak. Ia kembali ke ruang bawah tanah untuk memeriksa tubuh Rasputin.

Tidak bergerak persis di tempat mereka meninggalkannya, tapi Yusupov ingin memastikan. Dia mengguncang tubuh Rasputin dan tidak melihat tanda-tanda kehidupan, (pada awalnya).

Kemudian, kelopak mata Rasputin mulai berkedut. "Aku kemudian melihat kedua mata," tulis Yusupov, "mata hijau ular beludak menatapku dengan ekspresi kebencian yang kejam."

Rasputin menerjang Yusupov, dan menggeram seperti binatang. Yusupov mampu melawan Rasputin dan mendorongnya menjauh. Yusupov berlari menaiki tangga ke lantai satu, berteriak ke Purishkevich "Cepat, cepat, turun! ... Dia masih hidup!"

Mereka melihat Rasputin menaiki tangga dengan tangan dan lutut, menuju ke pintu samping yang mengarah ke halaman rumah.

"Setan yang sekarat karena racun ini, yang memiliki peluru di hatinya, pasti telah dibangkitkan dari kematian oleh kekuatan jahat," tulis Yusupov.

Rasputin mendorong pintu hingga terbuka dan berlari ke halaman. Takut akan apa yang akan terjadi jika Rasputin pergi dan kembali ke Tsarina, kedua lelaki itu mengejar.

Purishkevich menembakkan dua tembakan ke Rasputin. kemudian Purishkevich mengejar Rasputin yang terluka dan dari hanya beberapa meter jauhnya, melepaskan dua tembakan lagi.

Salah satu tembakannya menghantam kepala Rasputin, dan Rasputin jatuh ke tanah.

Yusupov menyuruh dua pelayan setianya membungkus tubuh Rasputin dengan karpet tebal dan diikat dengan rantai berat. Para konspirator kemudian membawa mayat itu ke jembatan di atas Sungai Nevka dan membuangnya ke sepetak air yang tidak beku di bawahnya.

Tiga hari kemudian, jasad Rasputin ditemukan dan diangkat dari sungai Neva untuk diotopsi. Hasil otopsi menunjukkan bahwa Rasputin tewas karena tengelam. Di paru-parunya ditemukan air yang cukup banyak. Ketika jasadnya ditemukan, lengannya mengarah keatas, seolah-olah dia berusaha untuk mencari jalan keluar dari sungai itu.

Penyelidikan lanjutan yang dilakukan pada tahun 2005 menunjukkan hasil lain. Penyelidik tidak bisa memastikan bahwa penyebab kematian Rasputin adalah karena tenggelam. Penemuan air di dalam paru-parunya merupakan hal yang biasa. Bisa saja, Rasputin telah meninggal karena ditembak dan dipukuli sebelum dibuang ke sungai. Ketika ia tercebur ke dalam sungai, air bisa masuk ke paru-parunya, dan tentang posisi tangannya yang menghadap keatas, bisa disebabkan karena efek dari air sungai yang dingin yang membuat ototnya kaku.

Penyelidikan terbaru juga menemukan bahwa peluru yang bersarang di tubuh Rasputin berbeda ukuran kalibernya. Profesor Derrick mengatakan, dari empat peluru yang bersarang di tubuhnya, satu diantaranya tepat menembus kepala Rasputin. Bagaimana bisa manusia bisa bertahan dari tembakan yang tepat mengenai kepala, bagian paling vital dalam tubuh manusia? Bekas penganiayaan juga ditemukan dalam tubuh Rasputin. Profesor Derrick mengatakan bahwa Rasputin memang telah dipukuli oleh komplotan Yusupov. Peluru yang bersarang di tubuh Rasputin berjenis Webley 0.45 inci, sayangnya peluru lain tidak dijelaskan secara rinci. Dengan penemuan ini, semakin menegaskan bahwa penyebab kematian Rasputin bukan karena tenggelam.

Posting Komentar

0 Komentar