Cerita Kaum Sodom Pompeii Kota maksiat yang di Azab Allah

Pompeii adalah kota zaman Romawi kuno yang terletak di wilayah Campania, Italia. Kota ini hancur oleh letusan Gunung Vesuvius pada tahun 79 Masehi. Letusan tersebut membuat segala isi kota ini terkubur selama 1.700 tahun lamanya.

Hancurnya Kota Pompeii dihubung-hubungkan dengan kisah kehancuran yang dialami umat Nabi Luth di Kota Sodom.

Menurut Alquran, umat Nabi Luth dimusnahkan oleh Allah SWT dengan dihujani batu belerang panas secara bertubi-tubi, karena perbuatan maksiat mereka yang melampui batas.

Umat Nabi Luth kala itu hampir semuanya melakukan penyimpangan seksual, seperti menyukai sesama jenis, saling berbagi istri dan tidak mau diajak bertaubat oleh Nabi Luth.

Sampai murka Allah turun dan menghancurkan Kota Sodom sampai tak tersisa. Hanya Nabi Luth saja dan pengikutnya yang selamat dari kehancuran tersebut.

Hal serupa dialami Kota Pompeii, di mana kehancuran kota tersebut nyaris sama dengan kehancuran Kota Sodom.

Catatan sejarah menyebut bahwa di kota ini marak terjadi prilaku seksual menyimpang seperti pada masa Nabi Luth.

Pelacuran, rumah-rumah bordil, sudah tak terhitung lagi jumlahnya di kota tersebut. Tak hanya itu, mereka juga membuat tiruan ‘alat kelamin’ yang digantung di depan pintu-pintu rumah bordil.

Menurut kepercayaan masyarakat Pompeii, organ-organ ‘terlarang’ dan persetubuhan tidak seharusnya disembunyikan, melainkan harus dipertontonkan secara terang-terangan.

Kota tersebut kemudian hancur lebur oleh letusan Gunung Vesuvius. Tidak ada satu orang pun yang berhasil meloloskan diri dari bencana tersebut. Selain itu, kota itu juga terkubur lahar dan debu selama ribuan tahun.

Ketika para arkeolog menemukan kembali kota tersebut, banyak kerangka mayat berserakan di berbagai tempat. Beberapa mayat ditemukan dalam posisi sedang melakukan hubungan, baik dengan lawan jenis maupun sejenisnya.

Kini yang tersisa dari Pompeii hanya tinggal puing-puing bangunan dan sisa-sisa kerangka mayat yang membeku karena abu letusan gunung berapi. Mungkin Tuhan mengabadikan ini untuk jadi peringatan bagi kita semua.

Posting Komentar

0 Komentar