Tanggapan IPTU Riska Terhadap Pelaku kaskus laka lantas Pandeglang


Beberapa hari ini ramai kasus laka lantas yang terjadi di Kab. Pandeglang pada tanggal 4 oktober 2019 lalu yang menewaskan 3 orang anggota keluarga.

Salah seorang adik korban yang mencurahkan isi hatinya ke @hotmanparisofficial menyatakan, bahwa kasus laka lantas yang menimpa kakaknya tersebut tidak di tindak lanjuti oleh pihak Polres Pandeglang.

Kasat Lantas Polres Pandeglang IPTU Riska mengatakan, bahwa kasus tersebut bukannya tidak di tindak lanjuti oleh pihak Polres, padahal kasus tersebut sudah ditangani sesuai prosedur yang berlaku. "Jadi kasus laka lantas ini sudah kami tangani sesuai dengan prosedur yang berlaku, bahkan kurang dari 21 hari, kasus tersebut berkasnya sudah lengkap dan telah siap di limpahkan ke kejaksaan" ungkap kasat lantas.

Dalam video yang beredar pula, adik korban melalui hotman paris menanyakan mengapa pelaku penabrakan tersebut tidak di tahan.

Dalam keterangan yang di beberkan oleh IPTU Riska, pelaku memang tidak dilaksanakan penahanan di sel, tetapi pelaku penabrakan di tetapkan sebagai tahanan kota. Bukan tanpa alasan, status tahanan kota ini di berikan mengingat korban yang telah lanjut usia dan melalui pemeriksaan psikologis oleh dokter ahli kejiwaan, pelaku didiagnosa mengalami depresi berat setelah terjadinya laka lantas tersebut. "Jadi pelaku ditetapkan sebagai tahanan kota, dia harus wajib lapor dan tidak boleh keluar kota. Status tahanan kota ini kami berikan karena pelaku yang telah lanjut usia dan depresi setelah kejadian tersebut" pungkas Kasat Lantas

Posting Komentar

0 Komentar